Rabu, 23 Sep 2026

Haryono Ajak Masyarakat Hemat Air Bersih di Tengah Ancaman Kemarau Panjang

PATI, Suarapers.com – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Haryono, mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air bersih di tengah musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya.

‎Menurut Haryono, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak yang cukup luas, terutama di wilayah yang memiliki karakteristik kering dan rawan kekurangan air. Sejumlah wilayah di Pati Selatan menjadi salah satu kawasan yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam menghadapi ancaman kekeringan.

‎Haryono meminta masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih dan memprioritaskan kebutuhan yang benar-benar penting. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air, khususnya ketika sumber-sumber air mulai mengalami penurunan debit.

‎“Masyarakat kami imbau untuk menghemat penggunaan air bersih. Gunakan seperlunya dan prioritaskan untuk kebutuhan utama, karena musim kemarau tahun ini diprediksi cukup panjang,” ujar Haryono.

‎Selain mengajak masyarakat melakukan penghematan, Haryono juga meminta Pemerintah Kabupaten Pati menyiapkan solusi jangka panjang dalam menghadapi persoalan kekeringan sekaligus banjir yang kerap terjadi di wilayah Kabupaten Pati.

‎Menurutnya, penanganan bencana tidak cukup hanya dilakukan ketika kondisi sudah terjadi. Pemerintah perlu menyusun langkah antisipatif dan berkelanjutan, mulai dari pengelolaan sumber daya air, pembangunan maupun pemeliharaan infrastruktur penunjang, hingga penguatan sistem mitigasi bencana.

‎“Persoalan kekeringan dan banjir ini harus dipikirkan secara jangka panjang. Jangan sampai penanganannya hanya bersifat sementara ketika bencana sudah terjadi. Perlu ada solusi yang terintegrasi agar masyarakat lebih terlindungi,” tegasnya.

‎Sebagai gambaran, sebelumnya lebih dari 84 desa yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Pati mengalami bencana kekeringan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan ketersediaan air bersih perlu menjadi perhatian serius, terutama menghadapi potensi musim kemarau yang lebih panjang.

‎Haryono berharap seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, dapat bersama-sama menghadapi musim kemarau dengan meningkatkan kepedulian terhadap penggunaan air dan memperkuat upaya mitigasi. Dengan demikian, risiko kekurangan air bersih dapat ditekan dan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. (Red)