BLORA, SuaraPers.com – Aktivis kebudayaan Agus Mujayanto kembali mempererat tali silaturahmi dengan rekan lama seperjuangannya di Kabupaten Blora. Dalam kunjungan tersebut, Agus bertemu dengan Zumiatin Muanisah, S.Pd, yang akrab disapa Anis Oreo, sosok perempuan yang dikenal aktif di bidang seni, tata rias pengantin, serta pelestarian budaya Jawa.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu menjadi ajang mengenang perjalanan panjang perjuangan di bidang seni dan kebudayaan, sekaligus membahas pentingnya menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Anis Oreo, perempuan kelahiran Blora, 19 Mei 1985, mengawali perjalanan kariernya sebagai guru pengabdian di TK Pertiwi Tempurejo, Kecamatan Blora. Setelah mengabdi sebagai tenaga pendidik, pada tahun 2015 ia memutuskan untuk menekuni profesi sebagai perias pengantin tradisional atau yang dikenal sebagai dukun manten.
Demi meningkatkan kompetensinya, pada tahun 2017 Anis mengikuti pendidikan Makeup Artist (MuA). Sejak saat itu, kiprahnya semakin berkembang, tidak hanya sebagai perias pengantin Jawa modern, tetapi juga merambah dunia Event Organizer (EO) untuk berbagai kegiatan pernikahan maupun hiburan.
Kecintaannya terhadap dunia seni telah tumbuh sejak usia dini. Sejak duduk di bangku kelas IV sekolah dasar hingga lulus SMA, Anis aktif menjadi vokalis Orkes Melayu. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga dalam perjalanan kariernya di dunia hiburan hingga sekarang.
Di tengah kesibukannya sebagai pelaku seni dan tata rias, Anis juga merupakan seorang Ibu Bhayangkari. Suaminya, Subekti Budi Anggara, SH, bertugas sebagai anggota Unit Satwa K9 (Pawang Anjing Pelacak Polri) di Satuan Samapta Polres Blora.
Dalam kehidupan keluarga, Anis dikaruniai tiga orang anak, terdiri dari satu putra dan dua putri. Sejak usia dini, ketiganya dibimbing untuk mencintai seni tari dan musik sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya daerah. Bahkan, anak bungsunya kerap tampil sebagai penari Gambyong maupun Cucuk Lampah dalam berbagai prosesi adat Jawa.
Menurut Anis, keterlibatan anak-anak dalam kegiatan seni tradisional merupakan bentuk nyata menjaga kelangsungan budaya agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi muda.
Selain aktif di bidang seni dan budaya, Anis juga berperan dalam kegiatan sosial keagamaan sebagai pengurus Ibu Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), sehingga kiprahnya tidak hanya dirasakan di dunia hiburan, tetapi juga dalam kegiatan kemasyarakatan.
Agus Mujayanto mengapresiasi dedikasi Anis Oreo yang dinilai konsisten mengembangkan seni tradisional sekaligus membina generasi muda agar mencintai budaya lokal.
“Pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui pendidikan di lingkungan keluarga. Apa yang dilakukan Mbak Anis menjadi contoh bahwa seni dan budaya bisa diwariskan kepada anak-anak sejak dini sehingga tetap lestari di masa mendatang,” ujar Agus.
Silaturahmi tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi para pegiat seni dan budaya di Kabupaten Blora maupun daerah sekitarnya dalam menjaga, mengembangkan, dan memperkenalkan kekayaan budaya Jawa kepada masyarakat luas. (Bang_Bro)












